Ensiklopedia Hadist menghadirkan kajian mendalam tentang hadis pertama dalam Shahih al-Bukhari versi Al-Alamiah.
Hadis ini dikenal dengan kalimat agung “Innamal
A’malu Binniyat…” — “Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat…”
Hadis ini menjadi pondasi seluruh amal ibadah, dan menjadi pembuka dalam kitab
Bukhari untuk menegaskan pentingnya keikhlasan.
Teks Hadis :
Buqhari
– shahih menurut ijma ulama
Versi Al-Alamiah 1
Versi Fathul Bari 1
Kitab Permulaan Wahyu -
BAB Bagaimana perulaan Turunnya wahyu kepada Rassulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam
Sanad :
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ قَالَ حَدَّثَنَا
سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ أَخْبَرَنِي
مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ
اللَّيْثِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى
الْمِنْبَرِ
قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَقُولُ
Telah menceritakan kepada kami Al
Humaidi Abdullah bin Az Zubair, ia berkata, telah menceritakan kepada kami
Sufyan, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id Al Anshari,
ia berkata, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ibrahim At Taimi, bahwa
ia pernah mendengar Alqamah bin Waqash Al Laitsi berkata, Aku pernah mendengar
Umar bin Al Khaththab di atas mimbar berkata, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,
Isi :
إِنَّمَا
الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ
إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا
هَاجَرَ إِلَيْهِ
"Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barang siapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia niatkan"
Terdapat juga pada Riwayat | Nomor Hadits |
HR. Bukhari | 1, 52, 6195, 6439 |
HR. Muslim | 3530 |
HR. Abu Daud | 1882 |
HR. Tirmidzi | 1571 |
HR. Nasa’I | 74, 3383, 3734 |
HR. Ibnu Majah | 4217 |
HR. Ahmad | 163, 283 |
ASBABUL WURUJ HADIS
Menurut riwayat, hadis ini diucapkan Nabi ﷺ pada masa
awal hijrah ke Madinah. Dikisahkan ada seorang sahabat yang berhijrah bukan
karena Allah, tetapi karena ingin menikahi seorang wanita bernama Ummu Qais.
Nabi ﷺ pun bersabda:
“Barang siapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka
hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa hijrahnya karena dunia atau
wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya sesuai niatnya.”
Hadis ini menjadi pengingat agar setiap amal—baik ibadah
maupun aktivitas dunia—berlandaskan niat tulus karena Allah.
Perkiraan waktu terjadinya:
Tahun 1 Hijriah (622 M), saat kaum Muslimin berhijrah ke Madinah.
TAFSIR ULAMA TENTANG HADIS “INNAMAL
A’MALU BINNIYAT”
Imam al-Bukhari :
Beliau
menempatkan hadis ini di awal kitabnya agar setiap muslim memperbaiki niat
sebelum beramal.
“Aku
membuka kitab ini dengan hadis niat, sebab amal tanpa niat tidak bernilai.”
Imam al-Nawawi :
“Hadis
ini termasuk dari pokok Islam. Niat adalah kunci diterimanya amal.”
(Syarh Arba’in an-Nawawiyyah)
Ibn Hajar al-Asqalani :
Dalam
Fath al-Bari, beliau menulis:
“Keikhlasan
adalah ruh amal. Bila ruh itu hilang, amal menjadi jasad yang mati.”
Syaikh Ibnu Utsaimin :
“Hadis
ini juga berlaku di zaman modern—bahkan dalam aktivitas digital, niat harus
diluruskan agar setiap karya menjadi ibadah.”
PENERAPAN HADIS DALAM KEHIDUPAN
SEHARI-HARI
1. Dalam Ibadah
Salat, puasa, dan zakat bernilai besar bila diniatkan
karena Allah, bukan untuk pamer atau mencari pujian.
2. Dalam Pekerjaan
Guru, penulis, atau pekerja kantoran bisa mendapatkan
pahala ibadah jika niatnya untuk memberi manfaat dan mencari ridha Allah.
3. Dalam Sedekah
Sedekah yang kecil dengan niat ikhlas lebih baik
daripada yang besar tetapi riya.
4. Dalam Dunia Digital
Menulis
artikel dakwah, membuat video islami, atau menyebarkan ilmu harus diniatkan
untuk dakwah dan kebaikan umat, bukan sekadar popularitas.
HIKMAH DAN PESAN MORAL
- Niat menentukan nilai amal.
- Amal yang tampak kecil bisa menjadi besar di sisi Allah
jika niatnya ikhlas.
- Hijrah sejati bukan hanya pindah tempat, tetapi juga
hijrah hati dan niat.
- Setiap perbuatan duniawi dapat bernilai ibadah bila
diniatkan karena Allah.
PENUTUP
Hadis pertama HR Bukhari versi Al-Alamiah dan Fathul Bari ini adalah fondasi semua amal.
Dengan meluruskan niat, seluruh aktivitas kita—ibadah,
pekerjaan, bahkan belajar—akan bernilai pahala di sisi Allah.
Mari jadikan Innamal A’malu Binniyat sebagai
pedoman hidup setiap hari, agar setiap langkah kita bernilai ibadah.
